Sabtu, 22 Agustus 2015

Jurus Dari Einstein Teruntuk Kamu Mahasiswa Teknik

(Gambar. Goal List Setelah direvisi, Sumber : diilustrasikan oleh penulis)

     Apakah kamu salah satu orang yang ingin mengubah kehidupanmu yang selalu datar dan keluar dari zona nyaman ? tentu semua itu membutuhkan daya kreatif yang tinggi, Albert Einstein adalah salah satu orang yang paling kreatif didunia ini karena dia menggunakan 4% otaknya untuk berpikir, eits jangan kaget dulu, kenapa seorang einstein seseorang yang berpengaruh dalam peradaban manusia hanya menggunakan 5-6% dari kemampuan otak sadarnya ? ya karena menurut penelitian rata rata manusia hanya menggunakan kemampuan otak sadarnya kurang dari 4%. Bukankah masih banyak potensi yang masih bisa kita maksimalkan ? jadi jangan sia-siakan peluang yang ada. termasuk lomba blog dari Teknik Universitas Jember (UNEJ)
       Karena kemampuan bahasa yang dimiliki EInstein sangat lambat daripada kemampuan matematika atau numerika maka sewaktu sekolah dia dianggap sebagai murid yang sangat bodoh sehingga didropout oleh kepala sekolah, namun orang tua Einstein sangat mendukung minatnya dalam bidang matematik, orang tua Einstein membelikan buku-buku referensi agar kemampuan matematikanya selalu meningkat, dia tidak pernah gagal dalam mata pelajaran matematika dan fisika .
       Waktu berumur 5 tahun ia takjub mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara. ia mencoba untuk merubah arah jarum tapi tak berhasil, berawal dari rasa penasaran ia mulai menekuni apa yang dia suka. saat sekolah dasar kemampuan matematikanya diatas rata rata, ia sering memecahkan masalah aritmatika terapan, bahkan sebelum umur 15 thaun ia telah menguasai kalkulus dirensial dan integral yang dipelajarinya secara otodidak. Berikut ini adalah 3 jurus dari Einstein yang bisa mengoptimalkan kreativitas otak kita :  



(Gambar. Goal List Setelah direvisi, Sumber : diilustrasikan oleh penulis)
"Burusahalah keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga"
       Orientesi kita berkerja keras adalah untuk menaikan nilai diri kita, bukan untuk menjadi sukses. sangat banyak orang yang mengorientasikan kesuksesan sebagai tujuan dalam melakukan sesuatu, kalau kamu termasuk maka ubahlah mindset berpikir kamu. mari kita bahas. jika kita memang bernilai maka sukses akan menhampiri diri kita. apakah Einstein belajar, melakukan percobaan dengan keras untuk sukses ? Tidak, ia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. maka sukses akan datang dengan sendirinya. kenali bakat dan minat dari Allah SWT kepada kita. bekerjalah untuk menjadi lebih bernilai, sukses akan mengejar kita, kamu tau bukan sekantong emas dengan sekantong kerikil tentu berbeda nilai, itu semua karena keduanya mengalami tekanan atau proses yang berbeda. maka jadilah emas itu teman.




(Gambar. Goal List Setelah direvisi, Sumber : diilustrasikan oleh penulis) 
"Saya Bukan memiliki bakat khusus. Saya hanya selalu nenikmati rasa ingin tahu saja"

Saat Einstein kecil ia selalu berusaha untuk memenuhi rasa ingin tahunya. berawal dari kompas yang membuat ia ingin mengetahui mengapa selalu menunjuk ke arah utara. ia juga pernah menyusun mainan rumah-rumahan dengan kartu-kartu hingga 14 lantai. walau ia dropout dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas ia tetap selalu mencoba untuk melakukan sesuatu yang membuat perasaannya puas karena telah menemukan jawabannya. ia selalu mencoba, mencoba dan mencoba untuk menjawab semua rasa keingintahuannya. siapa sangka murid dropout yang tak punya ijazah SD hingga SMA dapat masuk Universitas Zurich hingga mendapatkan gelar doktor, bahkan ia mendapatkan nobel pada tahun 1921 berkat makalah tentang efek fotolistrik yang dibuatnya.





"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
       Dalam percobaannya Einstein tak pernah takut akan kesalahan. Berkali-kali ia gagal tidak akan menurutkan semangat belajar einstein. Justru dengan melakukan kesalahan itu berarti kita telah belajar sesuatu yang baru. sering kali kita menghadapai kesalahan dengan menganggapnya sebagai kegagalan. Kesalahan tentu berbeda dengan kegagalan. Kesalahan bukan dari akhir semuanya, justru ketika kita melakukan kesalahan dan menyerah maka itu yang disebut kagagalan. kesalahan adalah akibat dari suatu percobaan. semakin banyak kesalahan maka itu berarti kita memiliki banyak percobaan baru hingga kamu mendapatkan hasil terbaik seperti yang Einstein raih.


Artikel Ini diikut Sertakan Dalam Lomba Blog Teknik Universitas Jember (UNEJ)


0 komentar:

Posting Komentar

 

INDONESIAN SOUTH SEA PEARLS Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates