Apakah kamu salah satu orang yang ingin mengubah kehidupanmu yang selalu datar dan keluar dari zona nyaman ? tentu semua itu membutuhkan daya kreatif yang tinggi, Albert Einstein adalah salah satu orang yang paling kreatif didunia ini karena dia menggunakan 4% otaknya untuk berpikir, eits jangan kaget dulu, kenapa seorang einstein seseorang yang berpengaruh dalam peradaban manusia hanya menggunakan 5-6% dari kemampuan otak sadarnya ? ya karena menurut penelitian rata rata manusia hanya menggunakan kemampuan otak sadarnya kurang dari 4%. Bukankah masih banyak potensi yang masih bisa kita maksimalkan ? jadi jangan sia-siakan peluang yang ada. termasuk lomba blog dari Teknik Universitas Jember (UNEJ)
Karena kemampuan bahasa yang dimiliki EInstein sangat lambat daripada kemampuan matematika atau numerika maka sewaktu sekolah dia dianggap sebagai murid yang sangat bodoh sehingga didropout oleh kepala sekolah, namun orang tua Einstein sangat mendukung minatnya dalam bidang matematik, orang tua Einstein membelikan buku-buku referensi agar kemampuan matematikanya selalu meningkat, dia tidak pernah gagal dalam mata pelajaran matematika dan fisika .
Waktu berumur 5 tahun ia takjub mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara. ia mencoba untuk merubah arah jarum tapi tak berhasil, berawal dari rasa penasaran ia mulai menekuni apa yang dia suka. saat sekolah dasar kemampuan matematikanya diatas rata rata, ia sering memecahkan masalah aritmatika terapan, bahkan sebelum umur 15 thaun ia telah menguasai kalkulus dirensial dan integral yang dipelajarinya secara otodidak. Berikut ini adalah 3 jurus dari Einstein yang bisa mengoptimalkan kreativitas otak kita :
(Gambar. Goal List Setelah direvisi, Sumber : diilustrasikan oleh penulis)"Burusahalah keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga"
Orientesi
kita berkerja keras adalah untuk menaikan nilai diri kita, bukan untuk menjadi
sukses. sangat banyak orang yang mengorientasikan kesuksesan sebagai tujuan
dalam melakukan sesuatu, kalau kamu termasuk maka ubahlah mindset berpikir
kamu. mari kita bahas. jika kita memang bernilai maka sukses akan menhampiri
diri kita. apakah Einstein belajar, melakukan percobaan dengan keras untuk
sukses ? Tidak, ia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai
dirinya. maka sukses akan datang dengan sendirinya. kenali bakat dan minat dari
Allah SWT kepada kita. bekerjalah untuk menjadi lebih bernilai, sukses akan
mengejar kita, kamu tau bukan sekantong emas dengan sekantong kerikil tentu
berbeda nilai, itu semua karena keduanya mengalami tekanan atau proses yang
berbeda. maka jadilah emas itu teman.
(Gambar. Goal List Setelah direvisi, Sumber : diilustrasikan oleh penulis) "Saya Bukan memiliki bakat khusus. Saya hanya selalu nenikmati rasa ingin tahu saja"
Saat
Einstein kecil ia selalu berusaha untuk memenuhi rasa ingin tahunya. berawal
dari kompas yang membuat ia ingin mengetahui mengapa selalu menunjuk ke arah
utara. ia juga pernah menyusun mainan rumah-rumahan dengan kartu-kartu hingga
14 lantai. walau ia dropout dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan
sekolah menengah atas ia tetap selalu mencoba untuk melakukan sesuatu yang
membuat perasaannya puas karena telah menemukan jawabannya. ia selalu mencoba,
mencoba dan mencoba untuk menjawab semua rasa keingintahuannya. siapa sangka
murid dropout yang tak punya ijazah SD hingga SMA dapat masuk Universitas
Zurich hingga mendapatkan gelar doktor, bahkan ia mendapatkan nobel pada tahun
1921 berkat makalah tentang efek fotolistrik yang dibuatnya.

"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
Dalam percobaannya Einstein tak pernah takut akan kesalahan. Berkali-kali ia gagal tidak akan menurutkan semangat belajar einstein. Justru dengan melakukan kesalahan itu berarti kita telah belajar sesuatu yang baru. sering kali kita menghadapai kesalahan dengan menganggapnya sebagai kegagalan. Kesalahan tentu berbeda dengan kegagalan. Kesalahan bukan dari akhir semuanya, justru ketika kita melakukan kesalahan dan menyerah maka itu yang disebut kagagalan. kesalahan adalah akibat dari suatu percobaan. semakin banyak kesalahan maka itu berarti kita memiliki banyak percobaan baru hingga kamu mendapatkan hasil terbaik seperti yang Einstein raih.
Artikel Ini diikut Sertakan Dalam Lomba Blog Teknik Universitas Jember (UNEJ)



0 komentar:
Posting Komentar