Senin, 24 Oktober 2016

Mengupas Tuntas “Indonesian South Sea Pearls”

Ilustrasi dibuat oleh penulis
“Indonesian South Sea Pearl” adalah mutiara Indonesia (Indonesia Origin) yang sebagian besar berasal dari laut selatan Indonesia. Sedangkan menurut Wikipedia Mutiara adalah suatu benda keras yang diproduksi di dalam jaringan lunak (khususnya mantel) dari moluska hidup. Produk mutiara Indonesia sudah sangat terkenal diberbagai negara bahkan berdasarkan buku berjudul Indonesian South Sea Pearls yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia, Indonesia adalah negara yang menjadi pemasok utama mutiara di negara Australia dan Hongkong untuk semua jenis (HS 710110, HS 710121 dan HS 710122) di Australia dengan rata-rata pangsa 28% sedangkan di Hongkong dengan saham berkisar antara 12% sampai dengan 17%, dan bagi Jepang, Indonesia merupakan pemasok utama ketiga dari semua jenis mutiara (HS 710.110, ditambah HS 710121 ditambah HS 710122), dengan saham impor mulai dari 14% sampai dengan 1%.
Ilustrasi dibuat oleh penulis



Berdasarkan Data yang diperoleh maka sudah bisa dikatakan bahwa produk mutiara Indonesia sudah mendunia dan banyak mendapatkan kepercayaan dari banyak negara namun sayangnya kepedulian dan kesadaran masyarakat Indonesia akan potensi mutiara Indonesia (Indonesia Origin) masih rendah sehingga hal ini menjadi kelemahan yang dimanfaatkan oleh bangsa lain baik dengan cara membajak produk sampai mengedarkan produk dengan merk tersendiri. Joseph Taylor seorang ahli biota laut asal Australia mengungkapkan bahwa "Indonesia merupakan pusat mutiara laut selatan (South Sea Pearl) terbesar di dunia. Sayangnya, di dalam negeri (Indonesia) orang tidak tahu kualitasnya bagus," kata Joseph Taylor. kebanyakan mutiara yang diperdagangkan di dalam negeri merupakan mutiara jenis Chinese Fresh Water Pearl atau mutiara air tawar yang ilegal. Dimana kualitasnya jauh dari kualitas mutiara Indonesia khusus South Sea Pearl yakni dari genus kerang Pinctada maxima. Ia menggambarkan, untuk setiap satu kerang Chinese fresh water pearl, induk kerang bisa menghasilkan 40 butir mutiara dalam waktu yang singkat dan dihargai sekitar US$ 1-15 per gram mutiara untuk setiap ekspor. Sangat jauh berbeda dengan South Sea Pearl dari genus kerang Pinctada maxima asli laut Indonesia, yang hanya sanggup menghasilkan 1 butir mutiara dalam satu indukan kerang sehingga bisa dihargai Us$ 25 - US$ 100 per gram mutiara untuk setiap ekspor.


Lalu. Kita sebagai generasi muda apa yang dapat kita perbuat ?


1. Cintailah produk Indonesia 

Ilustrasi dibuat oleh penulis

Tidak berarti kita harus memiliki mutiara Indonesia namun lebih bagaimana cara kita mengharagai produk Indonesia, tidak lebih bangga ketika membandingkan produk luar negeri yang justru kualitasnya lebih buruk dibandingkan produk Indonesia


2. Mensosialisasikan Keindahan Mutiara Indonesia

Ilustrasi dibuat oleh penulis

Walaupun kita bukan pedagang mutiara Indonesia tidak ada salahnya jika kita mendukung arus perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Termasuk dengan mengikuti kegiatan lomba blog “6th Indonesian Pearl Festival 2016”.


3. Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Potensi Mutiara Indonesia

Ilustrasi dibuat oleh penulis

Potensi Indonesia akan menjadi produsen utama di seluruh dunia bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Namun tentu perlu adanya peningkatan agar apa yang sudah Indonesia miliki dapat berkembang bisa dengan cara tidak merusak terumbu karang, melakukan kegiatan pengenalan terumbu karang pada wisataran agar tidak merusak ekosistem terumbu. Melakukan kampanye peningkatan potensi mutiara Indonesia. Dan lain lain

#6thIPF #6thIPFBLOGCOMPETITION #IloveIndonesianSouthSeaPearl.

Artikel ini sedang diikut sertakan pada lomba 

0 komentar:

Posting Komentar

 

INDONESIAN SOUTH SEA PEARLS Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates